Selasa, 01 Oktober 2013

Teori Proses Belajar 2

Prinsip - Prinsip Belajar 
        Seperti John Watson (1913), Skinner percaya bahwa psikologi dapat menjadi sains hanya melalui studi perilaku. Berbeda dengan Watson, Skinner mempelajari jenis perilaku yang lain, perilaku yang tidak secara otomatis dipicu oleh stimulus tertentu.

Definisi Belajar
       1. Asumsi                   :  -Belajar adalah perubahan perilaku/ behavioral
                                            -Perubahan perilaku secara fungsional berkaitan dengan perubahan dalam                                               lingkungan atau kondisi
                                             -Hukum relasi antara perilaku dan lingkungan dapat ditemukan hanya jika sifat                                                behavioral dan kondisi eksperimental didefinisikan dalam istilah fisik dan                                                 diamati di bawah kondisi yang terkontrol.
                                              -Data dari studi eksperimental atas perilaku adalah satu-satunya sumber                                                 informasi tentang penyebab perilaku yang dapat diterima
           Dasar rasional         : Agar dapat disebut sains, psikologi harus :
                                           (a) mempelajari kejadian yang dapat diamati dan dapat diukur
                                           (b) dilakukan di dalam kondisi yang dikontrol dengan cermat
                                           (c) menentukan kejadian lingkungan yang merupakan penyebab

          2. Asumsi                 : Perilaku subjek individual adalah sumber data yang tepat
              Dasar rasional      : Relasi yang tepat hanya dapat diungkap melalui riset atas subjek individual

         3. Asumsi                  : Dinamika interkasi organisme dengan lingkungan adalah untuk semua spesies
             Dasar rasional       : Karena tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kejadian yang tampak                                            memperkuat atau melemahkan frekuensi respons (perubahan behavioral), maka                                            organisme tertentu (hewan atau manusia) bukan faktor utama.

   Skinner (1950) secara spesifik mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku. "Belajar bukan melakukan- belajar adalah mengubah apa yang kita lakukan" (Skinner, 1989a, h. 15).

Komponen Belajar
   Skinner (1953, 1963b) mengidentifikasi riset Thorndike sebagai basis untuk memahami perubahan perilaku. Thorndike telah mengidentifikasi tiga komponen penting dari perubahan perilaku (Skinner, 1953). Yakni: a. kesempatan di mana perilaku terjadi; b. perilaku itu sendiri; c. konsekuensi dari perilaku (Skinner, 1953; 1968, h.4). Yakni respons sering diberikan pada lingkungan untuk menghasilkan jenis konsekuensi yang berbeda, dan konsekuensi tertentu menimbulkan pengulangan respons. Skinner (1935) menamakan respons ini sebagai berpenguat.
    Salah satu kekurangan dalam analisis Thorndike adalah dia menyebut konsekuensi yang menyebabkan  peningkatan perilaku itu sebagai imbalan (reward), masalahnya adalah imbalan itu mengimplikasikan ganjaran untuk sesuatu yang dilakukan (Skinner, 1989b, h.92) atau kompensasi yang mengganti pengorbanan tertentu (Skinner, 1963b, h.505).
    Skinner mengganti istilah imbalan dengan istilah konsekuensi yang menguatkan (reinforcing consequences) dan penguatan (reinforcement), dan mendefinisikannya dalam makna kaitannya dengan perilaku. Secara khusus, penguatan adalah setiap konsekuensi behavioral yang memperkuat perilaku; yaitu, penguat meningkatkan frekuensi respons. Kejadian yang menguatkan adalah hasil yang diproduksi oleh berpenguat yang mengubah organisme sedemikian rupa sehingga perilaku itu diulang, Skinner mengidentifikasi tiga komponen belajar sebagai stimulus diskriminatif (SD), respons (R) dan stimulus penguat (Sreinf) dan sekuensi peristiwa belajar adalah: (SD)-(R)-(Sreinf).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar